DPMPTSP Kota Semarang Luncurkan SMART STOCK, Inovasi Digital untuk Pengelolaan Persediaan yang Lebih Transparan dan Akuntabel

Semarang – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang secara resmi meluncurkan SMART STOCK (Sistem Monitoring Persediaan yang Rapi, Terstruktur dan Sistematis Terawasi Optimal, Cepat dan Kredibel) dalam rangkaian kegiatan Sharing Session Peningkatan Akuntabilitas Penatausahaan Barang Persediaan Guna Mewujudkan Pelayanan Publik yang Transparan pada Rabu (29/7). Kegiatan tersebut dihadiri oleh pejabat penatausahaan barang, pejabat penatausahaan keuangan, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.

Peluncuran SMART STOCK menjadi salah satu langkah nyata DPMPTSP Kota Semarang dalam mendorong transformasi digital pada tata kelola barang persediaan. Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi atas proses pencatatan inventaris yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual, sehingga memerlukan waktu lebih lama dan berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pengelolaan data. SMART STOCK hadir sebagai sistem digital berbasis aplikasi yang mampu mengelola, memantau, dan menatausahakan barang persediaan secara otomatis dan terintegrasi.

Kepala DPMPTSP Kota Semarang, Puput Widhiatmoko Hadinugroho, menyampaikan bahwa penerapan SMART STOCK merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui sistem ini, proses administrasi barang persediaan menjadi lebih tertib, terdokumentasi dengan baik, serta mampu mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat berbasis data.

Sebelum resmi diluncurkan, SMART STOCK telah melalui masa uji coba selama tiga bulan pada lingkungan internal DPMPTSP Kota Semarang. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem ini mampu menggantikan proses pencatatan manual, mempermudah penyimpanan bukti dukung transaksi, serta mempercepat proses rekapitulasi data yang sebelumnya dilakukan secara terpisah.

Kepala Sub Bagian Keuangan DPMPTSP Kota Semarang, Nany Marlina, menjelaskan bahwa pengembangan SMART STOCK berangkat dari kebutuhan nyata para pengelola keuangan dan barang persediaan dalam menghimpun data secara cepat dan akurat. Seluruh informasi transaksi, termasuk dokumen pendukung, dapat tersimpan dalam satu sistem sehingga memudahkan penyusunan laporan maupun proses monitoring secara berkala.

SMART STOCK juga menawarkan berbagai keunggulan, di antaranya meningkatkan akurasi pencatatan sehingga meminimalkan human error, menghadirkan transparansi melalui jejak digital pada setiap transaksi, mempercepat proses rekapitulasi data dalam hitungan detik, serta mendukung perencanaan anggaran yang lebih tepat sasaran berdasarkan data penggunaan barang yang terdokumentasi secara sistematis. Dengan demikian, risiko kelebihan maupun kekurangan persediaan dapat diminimalkan sehingga penggunaan anggaran menjadi lebih efisien.

Melalui kegiatan sharing session ini, DPMPTSP Kota Semarang juga berbagi pengalaman implementasi SMART STOCK kepada seluruh OPD sebagai salah satu praktik baik dalam pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Diharapkan inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi perangkat daerah lainnya dalam memperkuat tata kelola administrasi yang modern, efektif, dan berbasis digital.

Peluncuran SMART STOCK menjadi wujud komitmen DPMPTSP Kota Semarang dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja internal, tetapi juga memperkuat akuntabilitas pengelolaan aset pemerintah. Ke depan, sistem ini diharapkan mampu mendukung terciptanya pelayanan publik yang semakin profesional, transparan, dan terpercaya sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.

Share this post

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn Share on Pinterest Share on WhatsApp