Investment Challenge 2026 Kota Semarang Juara 1 via Proyek Hub Logistik Terboyo
Semarang Kota Semarang menyabet peringkat pertama pada Investment Challenge 2026 dalam rangkaian Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan promosi sekaligus penjaminan proyek investasi unggulan daerah ini dihelat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah lewat platform Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi dan Pariwisata Jawa Tengah (Keris Jateng).
Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M. Noor Nugroho, Kota Semarang mampu mengungguli daerah lain lantaran kesiapan data, aspek legalitas, serta daya pikat proyek unggulannya, yaitu Semarang Logistics Hub/Urban Consolidation Center (UCC) Terboyo.
“Kota Semarang unggul karena memiliki kekuatan pada kesiapan dan daya tarik proyek investasi yang ditawarkan, kejelasan potensi serta peluang investasi, kesiapan data dan informasi proyek, hingga kemampuan pemerintah daerah dalam melakukan business matching dan meyakinkan calon investor,” ujar Noor.
Ia menilai posisi strategis Kota Semarang sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Jawa Tengah, ditopang aksesibilitas infrastruktur yang memadai, menjadi poin penentu di mata dewan panelis.
Terkait kinerja, realisasi investasi Kota Semarang sepanjang Semester I/2026 mencapai Rp6,57 triliun, atau 52,11% dari sasaran tahunan Rp12,6 triliun.
Capaian tersebut menempatkan Kota Semarang di jajaran kontributor investasi terbesar Jawa Tengah. Adapun akumulasi realisasi investasi di tingkat provinsi pada periode yang sama menembus Rp48,54 triliun.
Kepala DPMPTSP Kota Semarang Puput Widhiatmoko Hadinugroho berharap raihan ini dijadikan modal memperkuat ekosistem investasi daerah ketimbang sekadar capaian seremonial.
Arus masuk modal asing dan domestik, sambungnya, diharapkan memicu dampak pengganda bagi ekonomi lokal, mulai dari penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok UMKM, kemitraan investor dengan pelaku usaha lokal, hingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ke depan, DPMPTSP Kota Semarang akan terus memperkuat investment pipeline, menyempurnakan penawaran proyek, melakukan promosi intensif, serta mengawal kepeminatan investor agar komitmen awal dapat terealisasi secara konkret,” ujarnya.